Thailand Panggil Dubes Israel, Ingatkan Wisatawan Hormati Budaya Lokal

red

BANGKOK – Pemerintah Thailand memanggil Duta Besar Israel untuk Thailand, Alona Fisher-Kamm, untuk membahas sejumlah insiden yang melibatkan wisatawan Israel di beberapa destinasi populer.

Pemanggilan tersebut dilakukan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Selasa. Pemerintah Thailand mengingatkan wisatawan Israel agar menghormati budaya setempat dan tidak bertindak sewenang-wenang selama berada di negara tersebut.

Dikutip dari The Straits Times, Jumat (11/9/2026), pembahasan itu mencakup dugaan penggunaan identitas warga Thailand untuk menghindari aturan kepemilikan asing. Selain itu, terdapat sejumlah insiden yang melibatkan wisatawan Israel dengan masyarakat lokal di kawasan Koh Phangan, Koh Samui, dan Phuket.

“Thailand adalah negara yang menyambut wisatawan. Namun, itu bukan berarti wisatawan, apa pun kewarganegaraannya, bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan,” tegas Sihasak.

Ia menegaskan, setiap wisatawan wajib menghormati tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Thailand. Pemerintah Thailand juga akan menegakkan hukum terhadap warga asing yang melanggar aturan tanpa membedakan kewarganegaraan.

Menurut Sihasak, Fisher-Kamm memahami kekhawatiran Pemerintah Thailand. Duta Besar Israel tersebut juga sepakat meningkatkan sosialisasi kepada wisatawan Israel mengenai perilaku yang sesuai selama berada di Thailand.

Kunjungan Wisatawan Israel Meningkat

Imbauan tersebut disampaikan ketika kunjungan wisatawan Israel ke Thailand mengalami peningkatan.

Lebih dari 277.000 warga Israel tercatat datang ke Thailand sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pada 2025, jumlah wisatawan Israel mencapai 410.125 orang, atau melonjak hampir 46 persen. Pertumbuhan itu terjadi ketika jumlah kedatangan wisatawan asing ke Thailand secara keseluruhan justru turun lebih dari 7 persen.

Di tengah peningkatan kunjungan tersebut, Thailand juga memperketat sejumlah aturan bagi wisatawan asing. Mulai 15 September 2026, masa tinggal bebas visa bagi wisatawan dari sebagian besar negara yang memenuhi syarat dipangkas dari 60 hari menjadi 30 hari.

Pemerintah Thailand juga menerapkan aturan deportasi yang lebih ketat terhadap warga asing yang dianggap mengganggu ketertiban umum atau melanggar hukum.

Thailand Perketat Penegakan Hukum

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sebelumnya telah memerintahkan deportasi dua warga asing dalam waktu kurang dari dua pekan.

Salah satunya merupakan warga Israel yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan Koh Samui karena mengancam pemilik kebun binatang eksotis terkait spanduk bertuliskan “Free Palestine”.

Beberapa hari kemudian, pasangan pemilik kebun binatang yang berkewarganegaraan Prancis juga diperintahkan dideportasi. Keduanya dianggap memicu gangguan dan perpecahan berdasarkan ras serta agama.

Sihasak menegaskan, pemerintah Thailand tetap memandang pariwisata sebagai sektor penting. Namun, penerimaan wisatawan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hukum dan masyarakat setempat.

“Pariwisata memang penting bagi kami, tetapi ini bukan hanya soal pendapatan. Ini juga menyangkut martabat Thailand. Bahkan insiden kecil yang melibatkan wisatawan bisa berdampak pada hubungan internasional,” jelas Sihasak.

logo media republik
jurnalis mediarepublik
jurnalis mediarepublik
denis aff
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup