Perahu Pantes Terbalik Dihantam Gelombang di Paseban Jember, 1 Nelayan Tewas dan 3 Hilang

JEMBER, 20 Agustus 2026 – Tragedi kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Jember. Perahu penangkap ikan Pantes terbalik setelah dihantam gelombang besar di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Rabu dini hari (19/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Perahu tersebut membawa lima nelayan yang sebelumnya berangkat melaut dari Pelabuhan Perikanan Puger. Dalam insiden tersebut, satu nelayan ditemukan meninggal dunia, satu orang berhasil diselamatkan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian tim SAR.

Perahu Pantes diketahui meninggalkan Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal tersebut dinakhodai Samino (65), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, bersama empat nelayan lainnya.

Rombongan kemudian melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Meleman. Operasi melaut berlangsung normal sebelum kondisi gelombang mulai meninggi ketika mereka hendak kembali menuju Puger.

Dihantam Gelombang Besar Saat Hendak Pulang

Sekitar pukul 02.00 WIB, perahu Pantes berada di perairan Paseban. Para nelayan disebut melihat cahaya dari kejauhan sehingga perahu menepi ke kawasan tersebut.

Namun, kondisi berubah secara tiba-tiba. Gelombang besar menghantam bagian kanan lambung perahu.

Benturan tersebut menyebabkan lambung perahu mengalami kebocoran. Air kemudian masuk dengan cepat hingga akhirnya perahu Pantes terbalik.

Kelima nelayan pun tercebur ke laut.

Nakhoda Samino berhasil menyelamatkan diri dan kemudian mendapatkan pertolongan tim SAR. Ia menjadi satu-satunya korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan tiga nelayan lainnya hingga Kamis (20/8/2026) masih belum ditemukan. Mereka masing-masing Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45), yang seluruhnya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Begitu menerima laporan kecelakaan laut tersebut, BPBD Kabupaten Jember langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan pihaknya segera mengaktifkan langkah tanggap darurat dan mengerahkan personel untuk mendukung operasi pencarian.

“Kami segera melakukan mobilisasi tim penyelamatan dan melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat,” kata Edy Budi dalam keterangan tertulis yang diterima media, Kamis (20/8/2026).

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos Jember, relawan lokal Kencong, Polairud Polres Jember, serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.

“Operasi pencarian dan pertolongan terus berlanjut di Pantai Paseban. Lokasi ini dikenal dengan dinamika gelombang yang tinggi dan dapat berubah dengan cepat,” jelas Edy.

Kondisi medan dan karakteristik gelombang menjadi salah satu tantangan bagi tim penyelamat dalam melakukan pencarian terhadap tiga nelayan yang masih hilang.

Selain mengerahkan personel dan peralatan pencarian, dukungan logistik juga disiapkan di lokasi. Dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan para personel dan relawan yang terlibat dalam operasi.

Keluarga Menanti Kabar Tiga Nelayan

Hingga kini, pencarian terhadap Mujai, Moh. Sholihin dan Samsul masih menjadi fokus utama tim SAR.

Keluarga ketiganya masih menunggu kabar dengan harapan para nelayan tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

BPBD Jember juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar pesisir untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun barang yang diduga berasal dari perahu Pantes.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait hingga perkembangan terbaru mengenai keberadaan tiga nelayan yang masih hilang dapat diketahui.

Tinggalkan komentar