Plawangan Pantai Puger Dangkal, Nelayan Khawatir Kecelakaan Laut Kembali Terjadi

JEMBER – Kondisi Plawangan Pantai Puger yang mengalami pendangkalan kembali menjadi sorotan. Jalur yang menjadi akses utama keluar-masuk perahu nelayan menuju laut dinilai semakin berisiko dan membutuhkan penanganan segera.

Pendangkalan tersebut membuat kondisi arus dan gelombang di jalur Plawangan sulit diprediksi. Ombak yang menerjang perahu saat nelayan keluar maupun kembali dari melaut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan laut.

Kondisi itu dirasakan langsung para nelayan Puger pada Rabu (19/8/2026). Mereka mengaku waswas setiap kali harus melewati jalur tersebut.

Risiko perahu karam hingga kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa menjadi kekhawatiran para nelayan. Mereka berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut hingga kembali menimbulkan korban.

Nelayan Wadul kepada Gus Fawait

Kekhawatiran tersebut kemudian disampaikan para nelayan kepada Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait. Mereka meminta pemerintah daerah segera turun tangan menindaklanjuti kondisi Plawangan Pantai Puger.

“Kami berharap Gus’e segera turun tangan dan menindaklanjuti kondisi Plawangan Puger. Ini menyangkut keselamatan nelayan. Kalau dibiarkan, kami khawatir laka laut terus terjadi dan semakin banyak korban,” ungkap salah seorang nelayan.

Bagi masyarakat pesisir Puger, Plawangan memiliki peran vital karena menjadi jalur utama bagi nelayan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, nelayan menilai normalisasi dan pengerukan sedimentasi menjadi langkah mendesak agar jalur keluar-masuk perahu kembali lebih aman dan dapat dilalui dengan lebih lancar.

Minta Pemerintah Segera Cek Lokasi

Para nelayan berharap Pemkab Jember segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi terkini Plawangan.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan pendangkalan tidak terus berulang.

Menurut nelayan, penanganan Plawangan bukan hanya berkaitan dengan kelancaran aktivitas melaut, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat nelayan Puger.

Wadul yang disampaikan kepada Gus Fawait pun menjadi harapan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.

Nelayan Puger meminta Plawangan Pantai Puger segera dinormalisasi sebelum kondisi jalur yang semakin dangkal kembali menimbulkan kecelakaan dan memakan korban.

Tinggalkan komentar