JAWA TENGAH – Seorang remaja berinisial FM (16), asal Sirampog, Kabupaten Brebes, meninggal dunia setelah terjatuh ke kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah kabarnya ramai diperbincangkan di media sosial pada Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, korban bersama rombongan sempat mencapai kawasan puncak Gunung Slamet pada Senin (17/8/2026). Saat rombongan hendak turun, FM masih berada di sekitar bibir kawah.
Korban diduga terjatuh setelah pijakan tanah di sekitar lokasi tiba-tiba ambrol.
“Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
Korban Ditemukan di Dalam Kawah
Budiono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, korban berada di kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter dari bibir kawah.
Pendaki yang melihat kejadian tersebut melaporkan korban sudah tidak bergerak setelah terjatuh.
“Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak,” jelasnya.
Kantor SAR Semarang kemudian mengirimkan personel untuk bergabung dengan tim SAR gabungan guna melakukan proses evakuasi.
Budiono memastikan korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Budiono.
Tim asesmen atau tim aju SAR Semarang dilaporkan tiba di kawasan puncak sekitar pukul 18.00 WIB. Karena kondisi saat itu masih memungkinkan untuk dilakukan operasi, tim langsung bergerak menuju lokasi korban.
“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi,” imbuhnya.
Tiga Tim Dikerahkan ke Kawah Gunung Slamet
Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengatakan tim SAR gabungan mengerahkan tiga tim menuju lokasi jatuhnya korban.
“Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet,” kata Hengky, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, FM mendaki Gunung Slamet bersama rombongan. Dari informasi awal yang diterima petugas, korban terjatuh ketika pijakan tanah di sekitar bibir kawah mengalami amblasan.
“Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas,” ungkap Hengky.
Proses evakuasi dilakukan dengan memperhitungkan kondisi medan dan potensi bahaya di sekitar kawah.
Tim membawa peralatan mountaineering serta tabung berisi breathing apparatus (BA) untuk mengantisipasi kemungkinan keberadaan gas beracun di dalam kawah.
“Evakuasi dengan menggunakan alat mountaineering dan membawa tabung isi BA (breathing apparatus), yang dimungkinkan dalam kawah itu terdapat gas beracun,” tandas Hengky.
Pendaki Diminta Waspada di Sekitar Bibir Kawah
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko aktivitas pendakian di kawasan puncak gunung, khususnya di sekitar bibir kawah.
Kondisi tanah yang tidak stabil serta potensi gas vulkanik menjadi faktor yang perlu diperhitungkan pendaki. Karena itu, pendaki diimbau tidak mendekati area berbahaya dan selalu mematuhi arahan petugas maupun ketentuan keselamatan yang berlaku.
Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan penanganan dan proses evakuasi korban dari kawasan kawah Gunung Slamet.